YARN BOMBING : BUKAN SEKEDAR RAJUTAN, INI ADALAH SENI!

Selama ini, kalau mendengar kata “rajutan”, pasti yang pertama terlintas di pikiran adalah sweater, baju, rompi, taplak, topi, atau syal. Rajutan memang selalu identik dengan produk-produk wearable, aksesoris, atau perlengkapan rumah tangga. Tapi ternyata, sekarang ini, rajutan sudah berkembang sedemikian rupa. Bukan cuma jadi produk-produk seperti yang sudah disebutkan tadi, rajutan juga bisa jadi boneka (amigurumi), bahkan bisa jadi karya seni spektakuler!

Salah satu bentuk karya seni dari rajutan adalah Yarn Bombing. Yarn Bombing disebut juga yarn storming, guerilla knitting, urban knitting atau grafitti knitting adalah suatu bentuk grafitti, tapi menggunakan benang, bukan tinta atau cat seperti grafitti pada umumnya. Biasanya sih, berbentuk rajutan benang warna-warni yang membungkus objek-objek di ruang publik. Objek yang dibungkus macam-macam. Bisa pohon, tiang listrik, tiang lampu, mobil, boks telepon umum, sampai tank. Tidak seperti grafitti dengan cat atau tinta, grafitti rajutan ini mudah dilepas dan dipasang kembali.

Yarn Bombing di Melbourne, Australia
Yarn Bombing Tree oleh Kintta Please

Di beberapa tulisan yang saya baca, yarn bombing pertama kali dipopulerkan oleh Magda Sayeg, seorang perempuan Texas pada tahun 2005. Dia juga mendirikan Knitta Please, sebuah grup grafitti rajutan yang menyebarkan virus yarn bombing ini ke seluruh dunia. Tapi di blog Yarn Bombing Montreal ditulis, bahwa sebelum Magda Sayeg “menemukan” yarn bombing, ada seorang artis, Robyn Love, yang membuat proyek serupa, pada tahun 1997. Namun pada saat itu, dia tidak menyebutnya yarn bombing, meskipun pada tekniknya sama.

Karya Robyn Love, 1997

Virus Yarn Bombing semakin menyebar di seluruh dunia. Di kota-kota besar seperti Montreal, dan Los Angeles, mulai bermunculan komunitas-komunitas yarn bombing, yang rutin “mengebom benang”. Bahkan tanggal 9 Juni ditetapkan sebagai International Yarn Bombing Day. Yarn Bombing juga melahirkan seniman-seniman grafitti yang luar biasa. Salah satunya adalah Agata Olek, seorang yarn bomber kelahiran Polandia.

Yarn Bombing karya Agata Olek

Komunitas perajut Makassar Qui’-Qui’ akan melakukan yarn bombing yang pertama kalinya dibuat di Makassar pada tanggal 23-24 Juni 2012. Objek yang menjadi target adalah sebuah pohon mangga di depan markas Qui’-Qui’, di Jalan Abdullah Daeng Sirua 192e, Makassar. Proyek ini dalam rangka Pra Festival Rajutan Indonesia 2012, yang puncaknya digelar tanggal 30 Juni – 1 Juli 2012 di Bandung. Jadi, jika penasaran dan tertarik dengan yarn bombing, silahkan datang di acara tersebut. Gratis!!

Posted by Ayi Prima / Saturday, 13 July 2013 / http://ayicraftycraft.blogspot.co.id/2013/07/yarn-bombing-bukan-sekedar-rajutan-ini.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *