Kekerasan Anak, Perempuan dan Rumah Tangga Dibahas di Bom Benang 2016

Kekerasan Anak, Perempuan dan Rumah Tangga Dibahas di Bom Benang 2016
(FOTO: Bom benang yang diselenggarakan oleh komunitas Quiqui Makassar berlangsung di Jl Barukang/Kamis, 18 Agustus 2016/Muhammad Muhaimin/GoSulsel.com)

Makassar, GoSulsel.com – Komunitas Quiqui mencoba mengeksplorasi issu yang berkaitan kekerasan pada anak, remaja, perempuan, dan antar komunitas melalui Bom Benang 2016. Hal tersebut disampaikan oleh salah satu kurator Bom Benang, Ibrahim Massidenreng.

“Sebenarnya kita sudah memulai ini sejak Mei. Kita menyasar kelompok perempuan untuk membentuk suatu ruang konseling bersama dengan cara merajut. Kemudian disela-sela itu kita selipi dengan pemberian informasi tentang kekerasan perempuan,” ujar Bram sapaan akrab Ibrahim Massidenreng kepada wartawan di sela-sela acara Bom Benang, Kamis (18/8/2016) di Jl Barukang III, Makassar.

Hasil rajutan ibu-ibu itu nantinya, lanjut Bram akan di pamerkan di ruang publik. Bom Benang sendiri merupakan salah satu cara untuk mengajak warga berkumpul merayakan kewargaan, merayakan bersama ruang publik, meski hanya sebatas lorong.

“Benang yang sudah di rajut itu, kemudian mereka pamerkan di ruang publik, seperti halaman, taman di lorong masing-masing. Jadi sebenarnya bom benang ini merupakan salah satu cara warga berkumpul merayakan kewargaan, merayakan bersama ruang publik, meskipun hanya sebatas lorongnya,” pungkasnya.

Bom benang ini akan di adakan di 5 kampung di Makassar diantaranya Jl Barukang III acara berlangsung hari ini, kemudian ada Jl Toa Daeng 3 Lorong Mawar (21 Agustus), Jl Sukaria 13 (25 Agustus), Jl Rajawali Mariso (28 Agustus), dan Jalan Barukang IV yang belum dikonfirmasi jadwalnya. (*)

http://m.gosulsel.com/news/19/08/2016/kekerasan-anak-perempuan-dan-rumah-tangga-dibahas-di-bom-benang-2016/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *