Bom Benang Rotterdam 2013 – Membom Rotterdam dengan motif dan warna

Ada yang belum kenal Quiqui’ Komunitas Perajut Makassar? Komunitas ini merupakan kumpulan para perajut di Makassar baik perajut knitting maupun crochet, perkumpulan orang-orang yang tertarik belajar dan berbagi ilmu tentang rajutan. Jadi tak ada guru, tak ada murid! Semua saling berbagi 🙂

Mungkin ada yang bertanya, di jaman modern yang serba instan ini kok malah mundur ke masa lalu. Mesin modern dapat menghasilkan sebuah topi atau jaket rajut dalam hitungan menit, mengapa mesti “menyiksa diri” selama berhari-hari untuk merajut barang yang sama?

merajut di makassar

Tertawa lepas sambil merenda dan merajut (Foto : Eko Rusdianto )

Ada banyak alasan sebenarnya mengapa merajut mulai kembali populer. Ada yang belajar untuk mengenang masa lalu, ada yang menjadikannya sebagai mata pencaharian, ada yang menjadikannya sebagai terapi, ada yang menjadikannya sebagai penyeimbang di sela rutinitas yang membosankan, ada yang belajar sebagai pengisi waktu luang, ada yang ingin menghasilkan barang buatan tangan sendiri buat orang tercinta dan lain-lain.

Bagi saya sendiri, merajut itu menyembuhkan. Ada beberapa kegiatan menyenangkan yang saya lakukan saat me time, merajut, membaca buku, atau tidur.

Jika sedang stress atau marah atau sedih, saya merajut. Kau tidak mungkin membaca buku saat matamu sedang berurai air mata kesedihan bukan? Atau saat hatimu sedang penuh amarah yang membuatmu seakan ingin membanting semua barang-barang di sekitarmu? Cobalah merajut. Perlahan-lahan emosi di hati akan mereda, seiring kaitan demi kaitan jarum rajutmu, membuatmu mampu lebih tenang. Trust me 🙂

Di antara sekian banyak alasan dan latar belakang mengapa ingin merajut, akhirnya terbentuklah Quiqui komunitas Perajut Makassar di bulan September 2011. Komunitas yang cukup solid, dengan latar belakang yang berbeda-beda. Kami saling memanggil dengan sebutan Tanta, The Tanta’s, dengan satu pria yang nyempil di antara kami, Om Jon :))

Tahun lalu, di bulan Juni 2012, Komunitas Perajut Makassar menggelar Makassar Yarn Bombing sebagai rangkaian pra event FRI 2012. Yarn Bombing Makassar 2012 ini diadakan di Kampung Buku selama 2 hari dan dihadiri oleh teman-teman komunitas dan masyarakat umum. Diadakan workshop craft, flanel, bros kain satin, pocketbook, yubiyami, crochet, knitting, dan banyak lagi.

Perajut-perajut Makassar yang terkumpul di quiqui, merajut benang warna-warni membungkus sebuah pohon di halaman Kampung Buku. Menurut Kak Jimpe dalam tulisannya – Membayangkan Merentang Benang dari Makassar ke Kota Lain– jika direntangkan, panjang benang yang digunakan untuk membungkus pohon tersebut bisa mencapai jarak Karebosi-Kota Maros. Wow!

Yarn-Bombing-Day

Yarn-Bombing-Day di berbagai negara (foto: toptenz.net)

Yarn bombing atau bom benang sendiri adalah merupakan karya seni jalanan dan bentuk lain dari graffiti, graffiti benang. Konsep ini sudah diperkenalkan di kota Den Heder – Netherland pada awal Mei 2004. Akan tetapi mulai dikenal masyarakat luas melalui Magda Sayeg, seorang seniman Houston USA.

Akhirnya ide ini menyebar ke berbagai negara dan mulai populer sebagai salah satu bentuk seni jalanan. Yang istimewa adalah jenis graffiti ini ramah lingkungan, tidak merusak dan mudah dilepaskan karena tidak permanen.

Salah satu alasan kenapa Yarn bombing kemudian menjadi populer adalah adanya rasa kedekatan oleh masyarakat di mana mereka bisa menikmatinya di ruang publik. Karena itulah, Yarn Bombing kemudian dianggap sebagai metode tepat dalam mengajak masyarakat menikmati ruang-ruang publik sebagai ruang yang penting, ruang yang harus dihargai dan dijaga.

Tahun ini, para perajut kembali berkumpul, menggelar Bom Benang Rotterdam 2013 dengan tema Waktu Adalah Ruang. Jika tahun lalu rajutan yang membungkus pohon di Kampung Buku hanya bermain di warna, maka tahun ini akan sedikit berbeda. Selain warna, para perajut juga akan bermain dengan motif.

bom benang rotterdam 2013

Berbagai motif disiapkan untuk Bom Benang Rotterdam 2013 (foto: grup FB Quiqui’)

Yang membuat saya salut, adalah perihal pencarian dana. Kebanyakan yang ikut di komunitas ini adalah mamak-mamak yang punya baby. Ada juga mamak yang punya baby + bekerja pula. Meskipun ada juga yang belum berkeluarga, seperti saya 😀 Bisa dibayangkan dong betapa sibuknya mereka. Tapi di sela kesibukan tersebut, mereka mampu meluangkan waktu merajut untuk keperluan event dan berdikari mencari dana sendiri melalui garage sale dan donasi benang.

Garage sale sudah digelar untuk ketiga kalinya. Garage sale pertama, sore hari di Benteng Rotterdam. Garage sale ke-dua, sore hari di event Rewind Kampung Buku dan garage sale ke tiga di Car Free Day Pantai Losari. Masih akan digelar lagi garage sale berikutnya.

Teman-teman yang ingin membantu kesuksesan Bom Benang Rotterdam, bisa dengan cara :
1 . menyumbangkan barang untuk garage sale berikutnya
2. Datang membeli barang yang dijual pada saat garage sale
3. Menyebarkan info tentang Bom Benang Rotterdam dan garage sale sebagai salah satu cara pencarian dananya.
4. Kami juga menerima sumbangan berupa duit atau benang 😀

Jadi jika ingin menyaksikan Benteng Rotterdam di-bom dengan benang rajutan berbagai warna dan motif, datanglah pada tanggal 22-23 Juni 2013. Akan ada banyak event menarik lainnya. Ada pasar handmade, piknik, mengenal permainan rakyat, pemeriksaaan gratis gula darah dan tekanan darah, workshop merajut dan merenda, workshop parenting dan kids corner.

Kamu bisa mengikuti semua dengan gratis sambil menikmati keindahan Benteng Rotterdam dalam balutan benang warna-warni. Beraneka warna seperti kenaekaragaman latar belakang anggota Quiqui Komunitas Perajut Makassar. Datanglah dan saksikan 🙂

quiqui yarn bombing makassar

quiqui - yarn bombing makassar 2012

Quiqui’ – yarn bombing makassar 2012 (foto: Liz Anwar)

**

ps. Saya rekomendasikan untuk membaca tulisan dari Aan Mansyur – @hurufkecil – Para Penyembah dan Penyembuh Kecepatan, jika kamu masih saja bertanya, kenapa harus merajut? Karena waktu adalah ruang 🙂

ps.ps. Lokasi dipidahkan ke Taman Macan. Jika ingin tau update terbaru tentang Bom Benang 2013, silakan bergabung di group facebook – Merajut Yuk! Komunitas Perajut Makassar – atau memfollow twitter @quiqui_mks

,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *