Ajak Masyarakat Terapi Diri Lewat Merajut, Bom Benang Sasar 5 Lokasi Tahun Ini

bom benang 2012
Kegiatan Bom Benang 2014. Ini Membuktikan bahawa merajut tak hanya dilakukan wanita, tapi juga pria.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR – Anwar Jimpe Rahman dan Fitriyani A Dalay senyum tersipu ketika muncul pertanyaan aneh dari sejumlah orang yang terlibat pagelaran bom benang 2016. Semisal ‘merajut hati’.

Kata tersebut seringkali dilontarkan partisipan bom benang 2016. Bagaimana tidak, selain mudah diucap, juga enak ditelinga. Apalagi,  kegiatan bom benang digagas dari ide kreatif para perajut yang tergabung dalam komunitas Quiqui, tak lain Fitri A Dalay selaku penanggung jawab komunitas tersebut.

Lebih dari itu, Bom Benang ternyata mendapat dukungan penuh dari Anwar Jimpe Rahman, suami Piyo sapaan Fitri A Dalay. Jimpe merupakan penanggung jawab tanahindie.org, sebuah lembaga nirlaba yang bergerak pada kajian & diskusi/seminar, lokakarya, pameran, perisalahan, dan penerbitan bertopik beragam ekspresi dan perkembangan masyarakat kota mutakhir.

Dukungan tanahindie pada pagelaran bom benang tersebut, kata Jimpe berupa dokumentasi dan penyebaran informasi. Itulah kenapa sebagian besar orang mengira Bom Benang digagas oleh dua kelompok yang menyatu dalam ruang bernama Kampung Buku.

(Bom Benang di Halaman Rumah Kampung Buku)
(Bom Benang di Halaman Rumah Kampung Buku)

Jimpe mengatakan, khusus tahun ini bom benang menetapkan tema “benang kandung”.  Quiqui bersama tanahindie akan menyasar 5 lokasi di kota Makassar. Di lokasi itu, warga akan didampingi dan dipandu cara terapi diri melalui seni. Semisal berkegiatan dengan seni serat dan kriya alias merajut.

“Kami ingin kenalkan seni sebagai terapi. Karena banyak persoalan di masyarakat selesai melalui cara yang tidak tepat. Misal, jika ingin cerai larinya ke pengadilan. Padahal, bisa dibicarakan baik-baik, dibincangkan di masyarakat. Sayang, perilaku tersebut tak banyak diketahui masyarakat perkotaan,”ungkap Jimpe saat ditemui Rakyatku.com, Senin malam (9/5/201), di Kampung Buku; Sekertariat Quiqui dan kantor tanahindie.org.

bom benang taman macan

Diketahui, konsep bom benang 2016 ini jauh berbeda dari sebelumnya. Sejak 2012 hingga 2015 kemarin, bom benang diusung dengan tema berbeda-beda dan jumlah orang yang terlibat pun tak sama.

Pada 2012, kata Jimpe, bom benang berlangsung internal. Kegiatan bom benang hanya melibatkan pihak Quiqui dan tanahindie. Lalu, 2013 mulai berkembang dengan melibatkan sejumlah orang di luar dari dua kelompok tersebut. Memasuki 2014 kegiatan itu dikembangkan hingga menyasar tetangga kampung buku, warga BTN CV Dewi, kota Makassar.

“Ternyata di luar perkiraan kami. Masyarakat menyambut positif kegiatan bom benang. Bahkan,turut melilit benang di pagar rumah mereka. Mahasiswa seputar perumahan bahkan membantu seluruh persiapan bom benang pada waktu itu,”kata Jimpe.

Maka, 2015. Tepatnya di acara seni bergengsi tahunan, Jakarta Biennale. tanahindie bersama quiqui diundang untuk menjelaskan konsep dari pagelaran “Bom Benang”, yang tengah marak dibincangkan waktu itu. Di luar dugaan, kata Jimpe, penggiat seni di kegiatan yang mengumpulkan seniman se Indonesia ternyata merespon positif kegiatan bom benang ini.

jakarta biennale

Merujuk pada sejumlah kegiatan dan respon terkait Bom Benang, lanjut Jimpe, tahun ini tanahindie dan Quiqui bukan lagi pelaku dalam kegiatan bom benang 2016. Keinginan kedua kelompok itu menjadikan bom benang bisa menyasar masyarakat luas, segera terwujud. Dengan merombak banyak konsep, tahun ini Quiqui dan tanahindie bertindak sebagai fasilitator pada pagelaran bom benang 2016, dengan harapan masyarakat di lima lokasi terpilih bisa menggelar kegiatan serupa bom benang 2014.

“Saat ini kami baru sosialisasi dan rapatkan pemantapan dari konsep kegiatan. Setelah rampung, maka mulai kunjungan ke lokasi yang kami sasar. Salah satu lokasi yang rencana akan disasar yakni jalan Sukaria,”beber Jimpe.

Sementara, sosialisasi kegiatan bom benang 2016, kata Jimpe dilakukan dengan menggelar workshop atau diskusi sederhana seputar seni seraput dan kriya alias merajut di sejumlah kampus. Kampus pertama yang dikunjungi yakni Fakultas Bahasa dan Sastra UNM Parangtambung, Selasa (10/5/2016) hari ini.

“Kampus lainnya masih terjadwalkan,” tukasnya.

Penanggung Jawab Quiqui, Piyo mengatakan, dalam sosialisasi berupa kegiatan workshop dan diskusi tersebut, mahasiswa akan dibimbing cara merajut yang benar dan bagaimana terapi diri lewat seni.

Selain itu, seluruh film dari pagelaran bom benang yang digelar sebelumnya akan diputar. Ini dilakukan agar mahasiswa bisa mengetahui bahwa kegiatan merajut memiliki manfaat yang sangat besar bagi.

Pada kegiatan ini, Piyo berharap agar mahasiswa bisa tertarik dengan seni merajut, khususnya pagelaran Bom Benang tahun ini. Olehnya, selama workshop ia membuka peluang bagi mahasiswa yang ingin bergabung dalam acara bom benang 2016. Mengingat, kegiatan ini butuh banyak orang pada bidang berbeda.

“Merajut sangat banyak manfaatnya. Bahkan, tetangga yang selama ini lagi renggang bisa kembali dekat dengan adanya kegiatan ini. Makanya, kegiatan ini juga dikaitkan dengan program kami selanjutnya, yakni halaman rumah,”ungkap Piyo.

(Akrab dengan merajut)
(Akrab dengan merajut)

http://hiburan.rakyatku.com/read/3912/2016/05/10/ajak-masyarakat-terapi-diri-lewat-merajut-bom-benang-sasar-5-lokasi-tahun-ini
Editor: Wiwi Amaluddin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *